Selasa, 21 November 2017

Kurangi Stres Sekarang Juga!



        Stres? Stres itu apa, sih? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), stres adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar; ketegangan. 


        Menurut Budi Anna Keliat SKP dalam buku Penatalaksanaan Stres, pengalaman stres dapat berasal dari 3 sumber, yaitu sebagai berikut.
1.      Lingkungan. Lingkungan mengirim stimulan secara terus-menerus selama manusia hidup yang memerlukan penyesuaian seperti cuaca, kemacetan lalu lintas, tuntutan penampilan, peraturaan kerja yang ketat, dan sebagainya.
2.      Diri dan tubuh. Stres merupakan kondisi fisiologis tubuh, misalnya pertumbuhan yang cepat pada remaja, menopause pada wanita, proses menua, nutrisi yang buruk, dan sebagainya.
3.      Pikiran. Otak mengartikan dan menerjemahkan perubahan yang kompleks pada lingkungan dan tubuh, lalu menetapkan respons. Cara mengartikan dan mempersepsikan pengalaman saat ini dan memperkirakan apa yang terjadi pada masa yang akan datang dapat menimbulkan rasa aman dan stres.

        Berbagai penelitian menyebutkan stres sangat berkaitan erat dengan apa yang disebut katekolamin. Ini merupakan hormon stres yang diproduksi oleh kelenjar adrenalin ketika seseorang sedang mengalami stres. Hormon katekolamin adalah hal biasa terjadi pada fisiologi manusia. Akan tetapi, bila hormon ini terlalu berlebihan  maka akan berisiko terhadap penyakit jantung. Peningkatan hormon stres akan meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah. Bagi penderita penyakit jantung, stres yang berlebihan dalam keadaan tertentu dapat mengundang reaksi serangan jantung atau sroke.
        
        Lalu, gimana, sih, cara mengatasi stres? Nah, berikut beberapa cara untuk mengatasi stres.
·         Lakukan rileksasi tubuh dengan melakukan pemijatan karena memnag bagus untuk menormalkan tekanan darah.
·         Lakukanlah olahraga secara rutin. Dengan olahraga otot-otot akan mempercepat suplai darah dan membuka paru-paru untuk mengikat lebih banyak oksigen.
·         Salurkan hobi. Melakukan aktivitas yang disenangi dapat mengurangi beban pikiran yang memicu stres.
·         Perbanyaklah minum air putih.
·         Lakukan meditasi.
·         Berteriak sekuatnya. Ketika stres, biasanya penderita merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati. Lepaskan saja perasaan tidak enak itu dengan berteriak.
·         Menonton film komedi. Diyakini bahwa dengan tertawa atau bercanda dapat menurunkan tingkat stres walaupun untuk sementara.
·         Cara aman menghindari stres adalah dengan menjalankan hidup lebih santai, hindari pekerjaan yang membuat sibuk berlebihan serta senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan.

        Jangan stres-stres, ya, guys. Karena banyak hal yang bisa membuat kita bahagia asal kita bersyukur dengan apa yang sudah Allah beri. 

Kurangi Mengonsumsi Garam!



       Sebagian orang merasa harus menambahkan garam ke dalam makanannya, seperti soto, bakso, mi ayam, dan sebagainya. Padahal, kebiasaan buruk ini akan berdampak buruk terhadap tekanan darah, serta menambah risiko sebanyaak 3 kali lipat mengalami penyakit jantung, lho, guys.

       Garam memang diperlukan oleh tubuh, tetapi harus secukupnya dan tidak boleh berlebihan. Jika berlebihan, dapat membahayakan kesehatan tubuh. Sebab, garam merupakan sumber utama natrium, unsur yang sangat penting bagi kesehatan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengirimkan rangsangan saraf, serta proses kontraksi dan relaksasi otot.

       Namun, mengonsumsi garam dalam jumlah berlebihan dapat merugikan kesehatan. Ini terkait dengan fungsi ginjal yang secara alami menjaga keseimbangan jumlah natriumdi dalam tubuh. Bila kadar natrium rendah, ginjal akan menahan pengeluarannya. Sebaliknya, bila kadar natrium tinggi, ginjal akan mengeluarkan kelebihannya dalam bentuk urine.

       Oh, iya, ternyata ginjal tidak dapat mengeluarkan natrium secara memadai, natrium akan terakumulasi di dalam darah. Nah, karena natrium bersifat menarik dan menahan air, volume darah akan meningkat. Peningkatan volume darah akan membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan lebih banyak darah ke pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Hal ini akhirnya dapat menyebabkan hipertensi, pemyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, dan masalah kesehatan lainnya.Oleh sebab itu, mengonsumsi garam sebaiknya tidak lebih dari 2,4 gram natrium setiap hari. Jumlah tersebut setara dengan 6 gram garam (sekitar 1 sendok teh). 




       Garam merupakan mineral yang terdiri atas 40% natrium dan 60% klorida. Kelebihan garam dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius pada kesehatan, di antaranya rasa lapar, haus, lapar palsu, anemia, dan beberapap penyakit yang berkenaan dengan jantung, yaitu sebagai berikut.

1.      Tekanan darah tinggi (hipertensi)
       Mengonsumsi garam yang berlebihan diyakini dapat meningkatkan tekanan darah. Beberapa penelitian menemukan bahwa pada pasien yang menderita tekanan darah tinggi, terdapat kemajuan dalam penurunan tekanan darahnya saat mengurangi mengonsumsi garam

2.      Penyakit kardiovaskuler
       Tekanan darah yang tinggi akan mengakibatkan seseorang berisiko besar terserang penyakit serius yang berkenaan dengan kardiovaskuler seperti jantung dan stroke. Diketahui juga bahwa dengan mengurangi konsumsi garam 1 gram dapat memperkecil risiko stroke hingga seperenamnya.

3.      Pembesaran jantung
       Beberapa hasil medis menemukan jika asupan garam yang tinggi dapat membuat orang berisiko besar terkena left ventricular hypertrophy (pembesaran dari jaringan otot yang membentuk dinding utama jantung untuk memompa darah).

4.      Retensi cairan
       Volume cairan dalam tubuh ditentukan oleh jumlah natrium. Jika terlalu banyak mengonsumsi garam akibatnya ginjal akan sulit menghilangkannya dan mengakibatkan tubuh mempertahakan cairan yang dapat memicu pembengkakan.

5.      Ganguan sitem pencernaan
       Bakteri H. Pylori dapat berkolaborasi dengan garam yang masuk ke dalam tubuh. Dari kolaborasi ini akan menyebabkan tukak lambung, serta garam berlebih dapat mengurangi jumlah pepsin (enzim pencernaan) di dalam lambung yang dapat meningkatkan keasaman dan diare.

6.      Meningkatkan sekresi empedu
       Saat konsumsi makanan yang mengandung garam berlebih maka sekresi empedu akan meningkat yang mengakibatkan kepadatan darah semakin tinggi sehingga dapat mengurangi vitalitas. Hal ini juga dapat menyebabkan masalah kulit seperti wajah dan bibir kerimg serta terkadang mengakibatkan sakit dan pendarahan di bibir.

7.      Osteoporosis
       Akibat mengonsumsi garam berlebih dapat menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh yang menyebabkan orang yang mengonsumsi kandungan garam berlebih terkena risiko osteoporosis.

       Nah, udah tau, kan, dampak negatif jika mengonsumsi garam berlebih? Yuk, kurangi mengonsumsi garam, ya, guys. 

Senin, 20 November 2017

Sepuluh Menit di November 2017 (Bagian 2)

       Kali ini aku benar-benar tidak mampu menutupi kesedihanku dengan senyum palsuku. Wajahku terasa kaku. Aku tidak bisa menyeringai seperti biasanya. Yang ingin kulakukan sekarang adalah bercerita tentang aku hari ini padanya. Tetapi aku tidak berani untuk mengiriminya pesan. Aku takut mengganggunya. Karena akhir-akhir ini dia jarang datang untuk belajar bersama, kupikir dia punya aktivitas yang lebih penting daripada ini.

       Kuhempaskan tubuhku di tempat tidur. Hari ini hari yang panjang juga melelahkan. Lapar. Mau makan tapi badan baunya minta ampun. Akhirnya kuputuskan untuk mandi terlebih dahulu.

       “Eh, Eka, sepatu Eka udah kakak angkatin. Di dekat tangga tadi kakak letak. Nampak, kan?”, kata seseorang yang melihatku.

       Suaranya yang nyaring membuatku kaget. Aku yang baru berjalan beberapa langkah keluar dari kamar menuju kamar mandi langsung tersadar. Aku baru ingat kalau tadi pagi aku mencuci semua pakaianku yang kotor, juga dua sepatu.

       “Oh, iya. Jemuran. Wih... matilah! Basah lagi. Makasih ya, Kak Aulia”, kataku heboh.

      Aku langsung bergegas menaiki anak tangga menuju lantai empat. Ternyata masih gerimis. Hujan hari ini begitu awet, ya. Pikirku begitu. Bulan dan bintang tidak terlihat. Hanya lampu gedung-gedung, rumah-rumah, dan lampu jalanan yang menghiasi malam ini. Walau gerimis, entah mengapa kurasa udara malam ini begitu menyejukkan.

       Aku mengangkat semua pakaianku. Syukurnya hanya sedikit lembab karena ternyata di daerah asrama hujannya tidak selebat di Sunggal. Saat aku berjalan mendekati pintu, aku bertemu dengan makhluk Tuhan yang begitu arogan.

       “Eh. Lagi ngapain, Kau?”, sapanya saat melihatku.
       “Entah. Entah lagi ngapain Eka ini, Bang”, jawabku datar.

       Entah mengapa setiap kali bertemu dia rasanya kepalaku ini mendadak panas. Bagaimana tidak. Dia satu-satunya penghuni asrama putra, astra, yang....


Bersambung.

Sepuluh Menit di November 2017 (Bagian 1)

        Hujan tak kunjung berhenti mengguyuri Kota Medan, membuat kemacetan semakin parah. Tak ada satupun gadis yang berjalan di bawah derasnya hujan, kecuali aku. Mungkin di pikiran orang-orang aku ini habis putus cinta. Bagaimana tidak. Aku berjalan di bawah derasnya hujan seorang diri sambil menggenggam telepon dengan berlinangan air mata. 

        Petang ini aku masih keluyuran. Walaupun bukan tanpa sebab. Jam pun sudah menunjukkan pukul 17.47 WIB. “Aku mau pulang”, ucapku berkali-kali di dalam hati. Air mataku terus saja mengalir. Pikiranku kosong. Aku bingung apa yang harus kulakukan sekarang.

        “Makanya, jangan keluyuran entah kemana-mana. Anak gadis itu jam 5 sore harus udah ada di rumah”, katanya dengan nada meninggi membuat dadaku semakin sesak. 

        Ya, benar. Itu suara ibuku di via telepon. Beliau memarahiku karena hampir jam 6 sorepun aku belum sampai di asrama.

         Sekarang ini aku berada di Sunggal. Itu alamat yang kutahu. Dan untuk sampai ke asrama, aku tidak tahu harus menaiki angkot nomor berapa. Mau tidak mau aku harus bertanya kepada orang-orang di sekitar sini. Aku bersyukur ada seorang bapak yang memberitahuku setelah sekian banyak orang yang kutanyai mereka menjawab ‘tidak tahu’.

        Sepertinya hujan tidak menghentikan aktivitas orang-orang. Jalanan tetap macet, pasar masih ramai dikunjungi. Dan saking lelahnya aku, bisa-bisanya aku tertidur di angkot. Ya walaapun tertidur di angkot merupakan kebiasaanku yang tidak sengaja aku biasakan. Untung saja aku terbangun saat hampir tiba di asrama.

        Akhirnya aku tiba di asrama tepat sebelum azan Isya. Perutku keroncongan. Aku juga belum memasak nasi. Kuputuskan untuk membeli nasi bungkus di dekat asramaku. Saat aku mau membuka pintu asrama, ternyata kakak asramaku keluar, Kak Widya.

        “Eh, Eka. Dari mana, Dek?”, sapanya ramah.
        “Dari Sunggal, Kak. Abis dari seminar bareng teman”, jawabku sambil mencoba tersenyum.

        Kali ini aku benar-benar tidak mampu menutupi kesedihanku dengan senyum palsuku. Wajahku terasa....

Bersambung. 

Kamis, 09 November 2017

Karena Kematian Itu Pasti

Salah satu hal yang membuatku termotivasi untuk secepatnya bangkit itu, ayah. Iya, beliau yang tubuhnya sudah di dalam “sini” 16 tahun lalu.
.
Aku bisa mengenal sosoknya seperti apa, itu karena ibuku yang terkadang di satu moment, beliau tiba-tiba menceritakan potongan kisah ayah. Dan saat itu juga kurasa ibu merindukan ayah. Aku pun sama. Merindukan sosok yang aku tidak ingat sedikitpun, “hal apa yang sudah kami lakukan bersama”. .
Beliau meninggal karena sakit yang sudah dia ketahui semenjak beliau dudu k di bangku SMK. Hanya salah satu guru SMKnya yang dia beritahu. Ibuku bahkan baru tahu kalau ayah sakit itu ketika sakitnya kambuh saat umurku lebih kurang 1 tahun. Orangtua dan keluarga ayah yang lain, bagaimana? Mereka baru tahu kalau ayah sakit semenjak beliau masih bersekolah itu, saat kami bersilaturrahim ke rumah mereka, di 4-5 tahun belakangan ini. Ya, sekitar segitu. Aku lupa kapan tepatnya.
.
Terkadang terpikir olehku, semoga Allah memberiku jodoh yang hebat seperti ayah. Hihihi, mungkin ada yang tersenyum atau mungkin tertawa saat membaca 1 kalimat sebelum kalimat ini.
.
Apapun itu, itulah sedikit kisahku. Ambil saja hal positifnya, ya. Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa, luangkan sedikit waktumu untuk menghabiskan waktu bersama orangtuamu sesibuk apapun kamu. Karena kamu bakalan merasa kehilangan banget kalau mereka sudah tak ada lagi di dunia ini. Hormati mereka, hargai mereka, sayangi mereka, dan doakan kebaikan untuk mereka. 😊
.
————————————————
Kematian itu pasti. Allah berfirman dalam Quran Surah Al-Anbiya’ (21) : 35.
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.”

Sepuluh Menit di November 2017 Bagian 6

        'Tumben Eka jelas ngomongnya. Biasanya setengah-setengah.' Entah mengapa kalimat ini membuatku ingat pada seseorang y...